Rabu, 29 April 2009

Puan yang terhormat

Angkuh, kokoh berdiri...
Tak kau lihat rentetan kumuh yang berjejal...
Bahkan sekedar senyumpun terasa mahal...
Semua pakai hitungan! Itu... itu yg kau sebut kehormatan! Seraya berkacak pinggang lagak jagoan...
Aduh gusti biar lumer hati org ini...
Penuh doa kupanjatkan...
Apa pantas dsebut perempuan? Jika tak punya perasaan!
Sedangkan dr jaman dahulu kala perempuan terkenal karena kelembutannya
Ini jaman salah kaprah
Jaman penuh debat tak berguna
Hanya karena gengsi-gengsi an semata
Lucu! Bahkan setan-setan tertawa bahagia dan malaikat menangis karena melihat ulah durjana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar